Senin, 09 Juni 2014

tugas kelompok



JUDUL
ANALISIS PEMAKAIAN UNSUR KOHESI DAN KOHERENSI DALAM RUBRIK TRIBUNER PADA KORAN TRIBUN PEKANBARU EDISI 1-29 FEBRUARI TAHUN 2012
DASAR PEMIKIRAN
Wacana merupakan komponen bahasa yang memiliki struktur terlengkap dan tertinggi. Dalam sebuah wacana kita dapat melihat seluruh penggunaan fonem, kata, frase, klausa dan kalimat. Satu hal yang menjadi perhatian di sini adalah unsur kohesi dan koherensi yang memiliki arti penting dalam sebuah wacana, yakni membentuk pola kalimat yang benar. Sasaran yang diharapkan melalui pembinaan bahasa Indonesia khususnya bahasa tulis adalah agar informasi, pesan dan pendapat yang disampaikan dapat dipahami oleh orang lain. Dalam penelitian ini, yang menjadi perhatian penting adalah penggunaan unsur kohesi dan koherensi. Menurut Alwi dkk. (2001:428) “kohesi merupakan hubungan perkaitan antar preposisi yang dinyatakan secara eksplisit oleh unsur-unsur gramatikal dan semantik dalam kalimat-kalimat yang membentuk wacana, koherensi juga merupakan hubungan  perkaitan antar proposisi, tetapi perkaiitan tersebut tideak secara eksplisit atau nyata.”
Wacana sebagai alat komunikasi pada dasarnya dapat dibedakan atas wacana lisan dan wacana tulis. Kridalaksana dalam Tarigan (1987:25) menyatakan “Wacana (discourse) adalah satuan bahasa terlengkap dalam hierarki gramatikal merupakan satuan  tertinggi atau terbesar. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, seri ensiklopedia, dan sebagainya), paragraf, kalimat, kata yang membawa amanat yang lengkap”.
FENOMENA YANG TERJADI
Setiap rubrik yang diterbitkan hendaknya menggunakan kaidah-kaidah bahasa Indonesia umumnya serta penggunaan unsur kohesi dan koherensi dalam wacana khususnya, agar makna yang terkandung di dalam wacana rubrik dapat ditafsirkan dan dipahami sesuai maksud sebenarnya. Kohesi dan koherensi merupakan unsur hakikat sebuah wacana, oleh sebab itu penggunaan unsur tersebut harus menjadi  perhatian agar rubrik yang disampaikan dapat dipahami dengan baik. Kenyataannya tidak dapat disangkal, seringkali rubrik yang diterbitkan melalui media cetak sulit dimengerti bahasanya, sehingga berpengaruh terhadap makna yang terkandung di dalamnya. Rubrik sebagai salah satu sarana wadah saran dan masukan masyarakat terhadap permasalahan yang kini banyak dialami oleh masyarakat sendiri, seyogyanya disampaikan dengan memperhatikan penggunaan unsur kohesi dan koherensi yang baik, agar maksud rubrik dapat dipahami masyarakat sebagaimana mestinya. Misalnya penggunaan kata ganti (pronominal) dan konjungsi yang tepat, memperhatikan aspek koherensi dan sebagainya. Namun rubrik khusus Tribuners yang diterbitkan di surat kabar harian Tribun Pekanbaru terkadang tidak dapat dipahami secara utuh terutama dari segi bahasa, akibat penggunaan unsur kohesi dan koherensi yang tidak tepat.
ALASAN TERTARIK MENELITI
Masyarakat sering sulit memahami bahkan menangkap komentar dalam rubrik yang diterbitkan, karena penggunaan bahasa yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan ketentuan  tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bertitik tolak dari kenyataan yang ditemui di lapangan, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan menetapkan judul  “Analisis Pemakaian Unsur  Kohesi dan Koherensi pada Rubrik Tribuners pada Koran Tribun Pekanbaru Edisi 1-29 Februari Tahun 2012.”
STATUS PENELITIAN
              Penelitian tentang analisis mengenai unsur kohesi dan koherensi ini sebenarnya sudah pernah di teliti oleh Wastra Leni mahasiswa dari Universitas Islam Riau pada tahun 2004 dengan judul “Analisis Wacana Iklan Riau Televisi”. Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: (1) Unsur kohesi dalam wacana iklan Riau Televisi yang terbanyak adalah unsur pronominal sedangkan yang sedikit adalah unsur leksikal, (2) Unsur koherensi juga sedikit  digunakan, hanya penghubung aditif, (3) Amanat yang ingin disampaikan dalam iklan kurang tersampaikan dengan baik. Kemudian penelitian yang sama juga dilakukan oleh Rita Rahmi mahasiswa Universitas Islam Riau pada tahun 2007 dengan judul “Analisis Wacana Iklan Rajawali Citra Televisi”. Hasil penelitian Rita Rahmi menyimpulkan (1) Unsur kohesi gramatikal dalam wacana iklan Rajawali Citra Televisi keseluruhan berkategori baik, karena di dalam iklan tersebut terkandung penggunaan pronominal, nomina dan konjungsi, (2) unsur koherensi dalam wacan iklan Rajawali  Citra televisi mempunyai unsur koherensi aditif yang berkategori baik, (3) Amanat yang ingin disampaikan pada dasarnya adalah pesan-pesan yang mengandung keunggulan produk yang ditawarkan  untuk mempengaruhi konsumen agar membeli produk tersebut. Selanjutnya penelitian ini juga pernah diteliti oleh Desi Liswarni mahasiswa FKIP Universitas Riau pada tahun 2009 dengan judul “Piranti Kohesi Gramatikal Rubrik Opini Riau Pos”. hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: (1) penggunaan piranti pronomina dalam rubrik opini Riau Pos meliputi penggunaan konjungsi koordinatif yang memiliki makna pemilihan, penyebab, perlawanan, penjumlahan dan penggunaan konjungsi subordinatif syarat, tujuan, pengandaian, tujuan, penjelasan, dan pengakibatan.
Perbedaan penelitian penulis dengan peneliti sebelumnya adalah terlihat pada jenis media yang dianalisis, peneliti sebelumnya penulis memilih Koran tribun karena banyaknya minat baca masyarakat yang membaca Koran tribun, alasan tersebut didasarkan pengamatan penulis disaat pengumpulan data. Dari beberapa surat kabar yang ada, surat kabar Tribun yang cepat habis terjual. Sedangkan persamaan penulis dengan peneliti sebelumnya adalah penelitian jika dilihat secara keseluruhan, yaitu sama-sama mengkaji mengenai kohesi dan koherensi. Jadi penelitian ini merupakan penelitian lanjutan.
MANFAAT PENELITIAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis. Manfaat teoritisnya adalah pengembangan khasanah disiplin keilmuan yang ada dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Secara praktisnya  diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan sederhana untuk senantiasa memperhatikan unsur kohesi dan koherensi dalam rubrik Tribuner pada Koran Tribun.
MASALAH
1. Apakah terdapat pemakaian unsur kohesi pada rubrik Tribuner dalam Koran Tribun Pekanbaru edisi 1-29 Februari tahun 2012?
2    2. Apakah terdapat pemakaian unsur koherensi pada rubrik Tribuner dalam Koran Tribun pekanbaru edisi 1-29 Februari tahun 2012?
TEKNIK PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA
Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menempuh tahap-tahap sebagai berikut:
1    1. Mengumpulkan data dari Rubrik Tribuners dalam Koran Tribun edisi 1-29 Februari 2012.
2    2. Membaca secara cermat setiap Rubrik Tribuners dalam Koran Tribun edisi 1-29 Februari 2012.
3   3. Menganalisis dan membahas ada atau tidaknya penggunaan kohesi dan koherensi dalam Rubrik  Tribuners dalam Koran Tribun edisi 1-29 Februari 2012 berdasarkan teori Henry Guntur Tarigan dan beberapa pakar bahasa lain.
4   4. Mengelompokkan data kohesi dan koherensi yang terdapat dalam Rubrik Tribuners dalam Koran  Tribun edisi 1-29 Februari 2012 berdasarkan penggunaannya.
5    5. Memaparkan hasil pembahasannya.
6    6. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pembahasan.
KESIMPULAN
Pada bagian ini penulis akan menyampaikan simpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis. Berdasarkan hasil analisis terhadap data dan masalah yang dikaji, maka penulis membuat simpulan sebagai berikut:
1    1. Penggunan unsur kohesi dalam rubrik tribuners dalam koran tribun unsur kohesi digunakan sebanyak 879 kali. Penggunaan unsur kohesi dalam rubrik tribuners dalam koran tribun Pekanbaru edisi 1-29 Februari 2012 dibentuk dengan menggunakan sarana kohesi berupa pronominal sebanyak 728 kali, substitusi sebanyak 24 kali, konjungsi sebanyak 127 kali. Penggunaan unsur kohesi dalam rubrik tribuners dalam koran tribun Pekanbaru edisi 1-29 Februari 2012 dibentuk dengan sarana pronominal substitusi, dan konjungsi secara kebersamaan. Penggunaan unsur kohesi dalam rubrik tribuners dalam koran tribun Pekanbaru edisi 1-29 Februari 2012 sudah sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan berbagai sarana pembentuk kohesi berupa pronominal substitusi dan konjungsi.
2      2. Penggunaan unsur koherensi rubrik tribuners dalam koran tribun Pekanbaru edisi 1-29 Februari 2012 ditemukan sebanyak 277 kali meliputi penggunaan sarana koherensi berupa penambahan adisi sebanyak 100 kali, seri rentetan sebanyak 11 kali, pronominal sebanyak 145 kali, dan repetisi sebanyak 21 kali. Penggunaan unsur koherensi dalam rubrik tribuners dalam koran tribun Pekanbaru edisi 1-29 Februari 2012 dibentuk dengan penggunaan sarana berupa penambahan adisi, seri rentetan, pronominal dan revetisi secara bersamaan. Penggunaan unsur koherensi dalam rubrik tribuners dalam koran tribun Pekanbaru edisi 1-29 Februari 2012 memiliki kualiatas yang baik. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan sarana penghubung pembentuk koherensi berupa penambahan adisi, seri rentetan, pronominal, dan revetisi secara bersamaan.

tugas semantik surat Al-Fatihah ayat 6


Setiap shalat tentunya kita selalu membaca surah Al-Fatihah. karena membaca surah Al-Fatihah termasuk kedalam rukun shalat. jika kta tidak memenuhi rukun shalat maka shalat kita tidak akan diterima Allah SWT. 
Pernahkah terpikir dengan arti yang terdapat pada surah Al-Fatihah? dalam surah Al-Fatihah ayat ke-6 yang berbunyi “Ihdinassirathal mustaqim” Artinya adalah Tunjukilah kami jalan yang lurus. Mengapa jalan yang lurus? mengapa bukan jalan yang benar?

Berdasarkan referensi yang penulis temukan, yaitu dari http://muslim.or.id/al-quran/tafsir-surat-al-fatihah.html menuliskan bahwa:
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
Artinya: “Tunjukilah Kami jalan yang lurus.”
Maknanya: “Tunjukilah, bimbinglah dan berikanlah taufik kepada kami untuk meniti shirathal mustaqiim yaitu jalan yang lurus.” Jalan lurus itu adalah jalan yang terang dan jelas serta mengantarkan orang yang berjalan di atasnya untuk sampai kepada Allah dan berhasil menggapai surga-Nya. Hakikat jalan lurus (shirathal mustaqiim) adalah memahami kebenaran dan mengamalkannya. Oleh karena itu ya Allah, tunjukilah kami menuju jalan tersebut dan ketika kami berjalan di atasnya. Yang dimaksud dengan hidayah menuju jalan lurus yaitu hidayah supaya bisa memeluk erat-erat agama Islam dan meninggalkan seluruh agama yang lainnya. Adapun hidayah di atas jalan lurus ialah hidayah untuk bisa memahami dan mengamalkan rincian-rincian ajaran Islam. Dengan begitu do’a ini merupakan salah satu do’a yang paling lengkap dan merangkum berbagai macam kebaikan dan manfaat bagi diri seorang hamba. Oleh sebab itulah setiap insan wajib memanjatkan do’a ini di dalam setiap rakaat shalat yang dilakukannya. Tidak lain dan tidak bukan karena memang hamba begitu membutuhkan do’a ini (lihat Taisir Karimir Rahman, hal. 39).

Dikatakan jalan yang lurus, bukan jalan yang benar. menurut Depdiknas (2008:851), “lurus” adalah memanjang hanya dalam satu arah, tanpa belokan atau lengkungan (tentang garis, jalan,dsb).
Sedangkan kata “benar” dalam Depdiknas (2008:167) adalah sesuai sebagai mana adanya (seharusnya); betul; tidak salah.
 Dalam Depdiknas menyatakan bahwa jalan adalah tempat untuk lalulintas orang (kendaraan dsb.)

Menurut penulis, dikatakan jalan yang lurus karena sesuai dengan makna katanya. kata jalan tentu diiringi dengan bentuk jalan tersebut, misalnya jalan yang berkelok, jalan bergelombang, maupun jalan yang lurus. jadi sesuai dengan kepaduan kata-kata.
Namun jika digunakan jalan yang benar maka kepaduan makna yang dimilikinya menjadi tidak padu.

tugas kelompok telinga

Kelompok: anggota tubuh "TELINGA"

Elsa Harum
Firdaus Sunardi
Rexi Pribadi Lukita
Risnawati
Siti aminah
kata yang berhubungan dengan telinga
1. Dengarkanlah wahai kekasihku Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu Ike Nurjannah yang berjudul selalu milikmu. Dari kalimat di atas tampak jelas sekali bahwa kata dengarkan berhubungan dengan telinga, karena telinga berfungsi untuk mendengar.
2. Langit tak mendengar Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari judul lagu peterpan, dari contoh tersebut tampak jelas sekali pada kata “mendengar” berhubungan dengan telinga yang berfungsi untuk mendengar.
3. Bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar selalu di telinga Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu yang berjudul bisik-bisik tetangga yang dipopulerkan oleh Elvy Sukaesih, dari contoh tersebut tampak jelas bahwa pada kata bisik-bisik dan kata terdengar.
4. Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu yang berjudul separuh aku dari Group Band Noah, yang mana tampak jelas sekali pada kata dengar.
5. suara dengarkanlah aku Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu yang berjudul suara yang dipopulerkan oleh group band hijau daun, dari contoh tersebut tampak jelas pada kata dengarkanlah
6. kasih dengarkanlah Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari judul lagu group band Republik, dari contoh tersebut tampak jelas pada kata dengarkanlah.
7. Dengarkan aku Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari judul lagu group band Seventeen
8. Dengarkan curhatku Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari judul lagu group band Vierra
9. Kalian dengarkan keluhanku Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari judul lagu Ebiet Ge Ade
10. Dengarkan kata hati Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari judul lagu fanesha
11. Dengarlah matahariku suara tangisanku Contoh di atas saya dapatkan refernsinya dari lirik lagu lagu yang berjudul matahariku Agnes Monica
12. Hati kecil berbisik untuk kembali padanya Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu yang berjudul hal yang terlupakan dari Iwan Fals
13. dinda dengarkanlah aku ingin bernyanyi Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu group band kangen band
14. Dengarkanlah wanita pujaanku Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu yang berjudul janji suci dari Yopi and Nuno
15. Semoga saja kau dengar dan merasakan Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu yang berjudul rindu dari Agnes Monica
16. Bersabarlah sayang, aku akan pulang, jangan dengarkan gosip murahan tentang aku Contoh di atas saya dapatkan dari lirik lagu yang berjudul selimut tetangga dari Republik
17. kubisikkan cintaku kepadamu Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu yang berjudul sepatuku dari group band Republik
18. Telinga sunyi mendengar kekosongan bunyi, menutup peka inderawi, mendengar yang tak didengar. Contoh di atas saya dapatkan dari puisi yang berjudul telinga sunyi karya Ria astuti Sumber: http://www.facebook.com/pages/titiktemu.
19. Kau ulangi yang dulu kembali Sambil bertutup telinga, berpicing mata Menunggu reda yang mesti tiba Puisi karya chairil Anwar yang berjudul kesabaran
20. Di mana kini masa laluku apakah engakau mendengar laguku Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu yang berjudul masa lalu yang dipopulerkan oleh PAPINKA
21. Tapi siapakah yang tidak mendengar deru kami Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari puisi yang berjudul krawang-bekasi karya Chairil Anwar
22. kudengar seru menderu dalam hatiku, apa hanya angin lalu? Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari puisi yang berjudul aku berkaca karya Chairil Anwar
23. Telinga kiri masih terpaling ditarik gelisah yang sebentar- sebentar seterang guruh Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari puisi yang berjudul aku berada kembali karya Chairil Anwar
24. Cayamu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari puisi berjudul doa karya Chairil Anwar
25. Di bibirku terasa pedas mengaum di telingaku Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari puisi yang berjudul kepada peminta-minta karya Chairil Anwar
26. Ayah dengarkanlah aku ingin bernyanyi walau hanya dalam mimipi Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lagu yang berjudul ayah yang
27. Kau masih bisa ku lihat, suaramu masih ku dengar Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu yang berjudul mantan kekasih dari Group Band Lyla
28. dengarlah hai sobat, saat kau maksiat dan kau bayangkan ajal mendekat Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari judul lagu tobat maksiat dari group band Wali
29. kudengar kau sedang jatuh cinta Contoh di atas saya dapatkan dari lirik lagu jatuh cinta yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama dan Rita Sugiarto.
30. Dengarkan aku sekali saja, jangan berdiri jika kau tak cinta Contoh di atas merupakan lirik lagu yang berjudul dengarkan aku yang dipopulerkan oleh Maria Calist
31. Kau dengar laguku dalam simponi Contoh tersebut saya dapatkan referensinya dari judul lagu pelangi yang dipopulerkan oleh Chrisye kemudian dirilis kembali oleh Yuni Shara.
32. oh you sudah dengar laguku? Lagu ini untukmu Contoh di atas saya dapatkan referensinya dari lirik lagu yang berjudulapa kabar yang dipopulerkan oleh 3GB 
33. Dengarkanlah laguku, suara isi hatiku  lagu evi tamala  judul suara hati
34. Masih terniang ditelingaku bisik cintamu
35. Terdengar renyah tawa gadis sekolah  lagu iwan fals judul azan subuh masih di telinga
36. Patah hatiku tak butuh jawaban hanya butuh tuk kau dengar lagu naff judul tak butuh jawaban
37. Jika ada yang bilang ku lupa kau jangan kau dengar lagu bcl judul karena ku cinta kau
38. Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku lagu bcl  judul cinta sejati
39. Usah dengar kata orang yang ingin membinasamu lagu sting judul usah dengar kata orang
40.Nana nana nana dengarlah saying ini kisah bukan dongengan lagu achik dan nana judul mainan cinta
41. Kan ku dengar caci dan puji dirimu padaku lagu melly ft ari lasso judul jika
42. Telah ku coba dengar semua hanya alasan lagu sweet as revenge judul potret kehampaan
43. Dengar suaraku untuk mengiring tidurmu lagu gita gutawa judul dengar
44. Jika engkau dilanda asmara  yang membuat kau gelisah datanglah dan datang pada kami untuk dengarkan judul rock erwin gutawa ft yovie mata judul rock bergema
45. Rasa tak percaya aku mendengarnya dia putuskan cinta dengan tiba-tiba lagu evi tamala judul luka di atas luka
46. Telingaku ingin mendengar tangismu lagu evi tamala judul permata hati
47. Bermata tapi tak melihat bertelinga tapi tak mendengar. bermata tapi tak melihat lagu ikke nurjanah

analsis dari kata-kata aku dan kami dalam Al-Quran


Penggunaan kata “kami” di Al-Quran karim digunakan bahwa Allah SWT tidak bertindak atau bekerja sendiri melainkan bersama atau menyuruh utusan-utusannya yaitu para malaikat, para Nabi dan Rasul dan makhluk hidup lainnya yang Allah ciptakan sendiri.
Mengapa Allah sesekali menyebutkan "aku" dan sesekali menyebutkan "kami"?
Aku disini adalah yang diagungkan dan memiliki pembantu pembantu.karena ikut sertanya para malaikat dalam tugas yang merekadiutus untuk menyampaikannya, sebab mereka adalah para utusanNya.

Adapun berkenaan dengan satu-satunya illah yang berhak di ibadahi, maka berlaku bagi-Nya saja. Karena itu Allahuta’ala tidak pernah berfirman فإىّنفعبد ( faiyyanafa’budu = hanya kepada kami, maka beribadahlah).Setiap kali memerintahkan ibadah, takwa, takut dan tawakal, Dia menyebut diriNya sendiri dengan nama khususNya. Adapun bila menyebut perbuatan-perbuatan yang dia mengutus para malaikat untuk melakukannya maka Dia berfirman :

إِنَّافَتَحْنَالَكَفَتْحًامُبِينًا
               Sesungguhnya Kami telahmemberikankepadamukemenangan yang nyata(Al Fath : 1)
dan…

فَإِذَاقَرَأْنَاهُفَاتَّبِعْقُرْآنَهُ
               Apabila Kami telahselesaimembacakannya, makaikutilahbacaanyaitu(Al Qiyamah : 18)

makna gantungan kunci



Buah anggur adalah buah yang sangat enak rasanya tetapi mahal harganya. Kalau zaman dulu, orang susah sekali mendapatkan buah anggur, apalagi menikmatinya. kecuali orang kaya atau orang yang berduit. Saya suka buah anggur, tapi karena harganya mahal, sampai sekarang saya hampir tidak pernah merasakan makan buah anggur. Kalaupun saya ingin makan, saya harus banyak menabung agar bisa membelinya.
Dalam kehidupan kitapun seperti itu, kalau kita ingin mendapatkan hasil yang baik, maka kita harus berusaha untuk memperolehnya. jadi, tidak gampang untuk meraih apa yang kita cita-citakan. harus banyak berusaha dan berdoa.

50 pasang kata


50 Pasang Kata yang Mirip tetapi Berbeda Makna


1.      Abad – Abid
Abad adalah masa seratus tahun (Depdiknas,2008:1).
Abid adalah beribadah ; orang yang taat beribadah kepada Tuhan (Depdiknas,2008:2).
2.      Aba- Abo
Aba adalah Ayah; Bapak (Depdiknas,2008:1). .
Abo adalah Penimang untuk laki-laki (Depdiknas:2008:3). .
3.      Adam – Adan
Adam adalah nama laki-laki pertama yang dijadikan oleh Tuhan (Depdiknas,2008:7).
Adan adalah seruan untuk mengajak orang melakukan salat berjamaah. (Depdiknas,2008:7).
4.      Abang – Abing
Abang adalah kakak laki-laki (Depdiknas,2008:1). .
Abing adalah sebutan tambahan yang diberikan kepada saydara laki-laki atau perempuan yang meninggal (Depdiknas,2008:2).
5.      Acak- Acap
Acak adalah tanpa pola (Depdiknas,2008:5).
Acap adalah kerap (Depdiknas,2008:5).
6.      Bang- Bank
Bang adalah kata sapaan untuk kakak laki-laki (Depdiknas,2008:131).
Bank adalah badan usaha di bidang keuangan yang menaraik dan mengeluarkan uang dalam masyarakat (Depdiknas,2008:135).
7.      Ban - Bin
Ban adalah benda bulat yang terbuat dari karet yang dipasang melingkar pada roda (Depdiknas,2008:129).
Bin adalah kata untuk menyatakan anak laki-laki (Depdiknas,2008:193).
8.      Bingkas – Bingkis
Bingkas adalah terlepas, meloncat (Depdiknas,2008:195).
Bingkis adalah kiriman (Depdiknas,2008:195).
9.      Bina – Bini
Bina adalah bangun sesuatu supaya lebih baik (Depdiknas,2008:194).
Bini adalah perempuan yang menjadi pasangan sah dari seseorang (Depdiknas:2008:195).
10.  Bintak – Bintik
Bintak adalah perahu terbuat dari kayu (Depdiknas,2008:195).
Bintik adalah titik (putih) atau kurik pada kulit (Depdiknas,2008:196).
11.  Cabak - Cabik
Cabak adalah burung yang rupanya seperti burung layang-layang (Depdiknas,2008:231).
Cabik adalah koyak panjang (Depdiknas,2008:231).
12.  Caca – Caci
Caca adalah makanan dari sayuran yang berkuah cuka (Depdiknas,2008:233).
Caci adalah cela/ mencela (Depdiknas,2008:233).

13.  Calar - Calir
Calar adalah baret pada kulit (Depdiknas,2008:238).
Calir adalah cairan yang digunakan untuk kosmetik (Depdiknas,2008:238).
14.  Campah – Campak
Campah adalah tidak sedap karena kurang bumbu (Depdiknas,2008:239).
Campak adalah lempar (Depdiknas,2008:239).
15.  Cap – Cat
Cap adalah alat untuk membuat rekaman tanda (Depdiknas,2008:244).
Cat adalah bahan pewarna (Depdiknas,2008:247).
16.  Dabih – Dabik
Dabih adalah sembelih (Depdiknas,2008:282).
Dabik adalah pukul (Depdiknas,2008:282).
17.  Dada – Dadu
Dada adalah bagian tubuh sebelah depan di antara perut dan leher (Depdiknas,2008:282).
Dadu adalah kubus kecil bersisi enam (Depdiknas,2008:283).
18.  Dagang – Daging
Dagang adalah pekerjaan yang berhubungan dengan menjual dan membeli untuk memperoleh keuntungan (Depdiknas,2008:285).
Daging adalah gumpal lembut yang terdiri atas urat-urat pada tubuh manusia atau binatang (Depdiknas,2008:286).
19.  Dahan – Dahar
Dahan adalah cabang batang pohon (Depdiknas,2008:286).
Dahar adalah makan; santap (Depdiknas,2008:286).
20.  Dampak – Dampil
Dampak adalah benturan (Depdiknas,2008:290).
Dampil rapat (Depdiknas,2008:291).
21.  Elang – Elung
Elang adalah burung buas yang mempunyai daya penglihatan tajam, paruhnya bengkok, cakramnya kuat, menangkap mangsanya dengan menyambar (Depdiknas,2008:362).
Elung adalah lengkung (Depdiknas,2008:365).
22.  Emas – Emat
Emas adalah logam mulia berwarna kuning yang dapat ditempa dan dibentuk (Depdiknas,2008:365).
Emat adalah ukuran (baju, celana, dsb) (Depdiknas,2008:366).
23.  Empas – Empat
Empas adalah banting (Depdiknas,2008:369).
Empat adalah bilangan yang dilambangkan dengan kata empat (Depdiknas,2008:369).
24.  Ente – Enti
Ente adalah kamu (Depdiknas,2008:376).
Enti adalah adonan tepung yang dibubuhi garam untuk menggoreng (Depdiknas,2008:376).

25.  Erak – Eram
Erak adalah pisah (Depdiknas,2008:379).
Eram adalah duduk merekam (Depdiknas,2008:379).
26.  Faktor – Faktur
Faktor adalah hal yang ikut terjadinya sesuatu (Depdiknas,2008:387).
Faktur adalah daftar barang kiriman yang dilengkapi keterangan nama, julah dan harga yang harus dibayar (Depdiknas,2008:387).
27.  Fasih – Fasik
Fasih adalah lancer, bersih, dan baik lafalnya (Depdiknas,2008:388).
Fasik adalah tidak peduli terhadap perintah Tuhan (Depdiknas,2008:389).
28.  Generik – Genetis
Generik adalah berhubungan dengan keturunan (Depdiknas,2008:440).
Genetis adalah berhubungan dengan awala pertumbuhan (Depdiknas,2008:440).
29.  Genjer – Genjur
Genjer adalah eceng (Depdiknas,2008:441).
Genjur adalah kaku; keras sekali (Depdiknas,2008:441).
30.  Gesel – Geser
Gesel adalah geser (Depdiknas,2008:449).
Geser adalah tanpa diangkat (Depdiknas,2008:449).
31.  Hak – Hal
Hak adalah benar; milik; kepunyaan (Depdiknas,2008:475).
Hal adalah keadaan; peristiwa; kejadian (Depdiknas,2008:475).
32.  Hobi- Hobo
Hobi adalah kegemaran;kesukaan (Depdiknas,2008:505).
Hobo adalah alat music dari tiup dari kayu (Depdiknas,2008:505).
33.  Habib – Habis
Habib adalah kekasihku; kesayanganku (Depdiknas,2008:471).
Habis adalah tidak ada yang ditinggalkan lagi (Depdiknas,2008:471).
34.  Ida – Ide
Ida adalah gelar golongan Brahmana (Depdiknas,2008:516).
Ide adalah racangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita (Depdiknas,2008:517).
35.  Iktikad – Iktikaf
Iktikad adalah kepercayaan; keyakinan yang teguh (Depdiknas,2008:522).
Iktikaf adalah diam beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Allah (Depdiknas,2008:522).
36.  Ingar – Ingat
Ingar adalah ramai; ribut; gaduh (Depdiknas,2008:535).
Ingat adalah berada dalam pikiran; tidak lupa (Depdiknas,2008:535).
37.  Jabil – Jabir
Jabil adalah karung yang terbuat dari kain atau serat plastik (Depdiknas,2008:554).
Jabir adalah longgar, besar, dan tidak rapi (Depdiknas,2008:544).
38.  Jagal – Jagat
Jagal adalah pedagang kecil (di kedai dsb) (Depdiknas,2008:555).
Jagat adalah bumi; dunia; alam (Depdiknas,2008:556).
39.  Jajah – Jajak
Jajah adalah pergi; kuasai daerah (Depdiknas,2008:557).
Jajak adalah duga; telaah (Depdiknas,2008:557).
40.  Juta – Jute
Juta adalah satuan bilangan kelipatan yang dilambangkan dengan enam nol di belakang angka (Depdiknas,2008:595).
Jute adalah serat nabati yang ulet untuk membuat tali, karung dsb (Depdiknas,2008:595).
41.  Kurban – Korban
Kurban adalah persembahan kepada Allah yang disembelih sebagai wujud ketaatan muslim kepada-Nya (Depdiknas,2008:762).
Korban adalah pemberian untuk menyatakan kebaktiaan, kesetiaan, dsb (Depdiknas,2008:733).
42.  Kontraktil – Kontraktor
Kontraktil adalah kemampuan berkontraksi (Depdiknas,2008:729).
Kontraktor adalah pemborong; anemer (Depdiknas,2008:729).
43.  Konstriksi – Konstruksi
Konstriksi adalah pembengkakan dan pembekuan darah yang terkontrol oleh mengkerutnya pembulu darah (Depdiknas,2008:729).
Konstruksi adalah susunan suatu bangunan (Depdiknas,2008:729).
44.  Lahab – Lahad
Lahab adalah bernyala-nyala (Depdiknas,2008:771).
Lahad adalah ceruk atau relung di lubang kubur tempat meletakkan mayat (Depdiknas,2008:771).
45.  Laka – Laki
Laka adalah peralatan dapur, teruat dari kayu, besi, aluminium sebagai alas periuk, kuali, dsb yang baru diangkat dari api (Depdiknas,2008:773).
Laki adalah suami; pria (Depdiknas,2008:773).

46.  Lolos – Lulus
Lolos adalah lucut lalu lepas; terlepas dari (Depdiknas,2008:839).
Lulus adalah dapat masuk atau lalu; dapat lepas atau lucut (Depdiknas,2008:846).
47.  Mahadewa – Mahadewi
Mahadewa adalah dewa yang tertinggi; Batara Syiwa (Depdiknas,2008:855).
Mahadewi adalah sebutan kepada seseorang putrid atau permaisuri; Batari Durga (Depdiknas,2008:855).
48.  Nyamuk – Nyamur
Nyamuk adalah serangga kecil bersayap, yang betina memiliki sepasang sungut yang dipakai sebagai pengisap darah , bertelur di air yang tergenang (Depdiknas,2008:971).
Nyamur adalah embun (Depdiknas,2008:971).
49.  Rekap – Rekat
Rekap adalah rekapitulasi (Depdiknas:2008:1157).
Rekat adalah lekat (Depdiknas:2008:1157).
50.  Zaman – Zamin
Zaman adalah jangka waktu yang panjang atau pendek yang menandai sesuatu; masa (Depdiknas:2008:1569).
Zamin adalah tanah; negeri; negara (Depdiknas:2008:1569).